Nama Seorang Sahabat yang Disebutkan dalam Al-Qur'an

Nama Seorang Sahabat yang Disebutkan dalam Al-Qur'an
Oleh Who Muhammad Is Tim
| Komentar

Siapa Sahabat yang Disebutkan dalam Al-Qur’an?

Zayd ibn Harithah adalah satu-satunya Sahabat yang namanya secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an. Ia disebut dalam Surah Al-Ahzab:

(فَلَمَّا قَضَى زَيْدٌ مِنْهَا وَطَراً زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَراً وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولاً)

“Maka ketika Zayd telah mengakhiri hubungan dengan istrinya, Kami nikahkan engkau dengannya agar tidak ada keberatan bagi orang-orang mukmin untuk menikahi istri anak-anak angkat mereka, apabila mereka telah mengakhiri hubungan dengan mereka. Dan perintah Allah pasti terlaksana.”

[Surah Al-Ahzab, 33:37]

Kisahnya dalam Al-Qur’an

Allah menyebut Zayd ibn Harithah untuk menghapus tradisi adopsi pra-Islam. Nabi Muhammad ﷺ telah mengadopsi Zayd dan menikahkannya dengan sepupunya Zaynab bint Jahsh. Ketika Islam kemudian menghapus praktik adopsi, Allah memerintahkan Zayd untuk menceraikan Zaynab agar Nabi dapat menikahinya, menegaskan bahwa anak angkat tidak memiliki status hukum yang sama dengan anak kandung.

Siapa Zayd ibn Harithah?

Zayd ibn Harithah ibn Sharahil al-Kalbi, juga dikenal sebagai Abu Usamah, sangat dicintai oleh Nabi. Ia adalah budak yang pertama kali dimerdekakan dan memeluk Islam. Nabi menjadikannya saudara bagi Hamzah ibn Abdul-Muttalib. Zayd wafat pada usia 55 tahun. Para sahabat tetap memanggilnya "Zayd ibn Muhammad" hingga Allah menurunkan ayat:

(مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَـكِن رَّسُولَ اللَّـهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ)

“Muhammad itu bukanlah ayah dari seorang laki-laki di antara kalian, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi.”

[Surah Al-Ahzab, 33:40]

Zayd adalah laki-laki dewasa pertama yang memeluk Islam. Ia dahulu adalah pelayan Sayyidah Khadijah (semoga Allah meridhoi beliau), dan ketika Nabi melihatnya, beliau mengaguminya, lalu memerdekakan dan mengadopsinya. Orang tua Zayd menangis ketika kehilangannya, dan ketika mengetahui ia berada di Makkah, mereka datang untuk menjemputnya. Nabi memberikan pilihan kepada Zayd, dan ia memilih tetap bersama Nabi. Ia bersama Nabi hingga masa kenabian dimulai dan termasuk dari kalangan awal yang beriman.

Menurut Salamah ibn Al-Akwa', ia menemani Zayd dalam tujuh ekspedisi militer. Nabi selalu mengangkat Zayd sebagai pemimpin mereka. Ketika orang-orang mengkritik penunjukan Usamah, anak Zayd, sebagai pemimpin militer, Nabi bersabda:

(إنْ تَطْعَنُوا في إمَارَتِهِ، فقَدْ كُنْتُمْ تَطْعَنُونَ في إمَارَةِ أبِيهِ مِن قَبْلِهِ، وايْمُ اللَّهِ إنْ كانَ لَخَلِيقًا لِلْإِمْرَةِ، وإنْ كانَ لَمِنْ أحَبِّ النَّاسِ إلَيَّ، وإنَّ هذا لَمِنْ أحَبِّ النَّاسِ إلَيَّ بَعْدَهُ)

“Jika kalian mengkritik kepemimpinannya, maka kalian sudah pernah mengkritik kepemimpinan ayahnya sebelum itu. Demi Allah, sesungguhnya ia (Zayd) memang pantas memimpin, dan ia termasuk orang yang paling aku cintai, dan yang ini (Usamah) termasuk orang yang paling aku cintai setelahnya.”

Zayd gugur sebagai syahid dalam Perang Mu’tah pada bulan Jumada Al-Awwal, tahun ke-8 Hijriyah. Ia adalah salah satu dari tiga komandan yang ditunjuk Nabi untuk pertempuran tersebut. Ia memegang panji Islam hingga tubuhnya tertusuk banyak tombak, wafat dalam keadaan berlumuran darahnya sendiri.

Keutamaan Zayd ibn Harithah

  • Dikenal sebagai kekasih Nabi ﷺ.
  • Budak merdeka pertama yang memeluk Islam.
  • Sangat dicintai oleh Nabi, yang pernah memanggilnya “Zayd ibn Muhammad” sebelum adopsi dihapus.

Nabi bersabda tentang dirinya:

(وايْمُ اللَّهِ إنْ كانَ لَخَلِيقًا لِلْإِمْرَةِ، وإنْ كانَ لَمِنْ أحَبِّ النَّاسِ إلَيَّ، وإنَّ هذا لَمِنْ أحَبِّ النَّاسِ إلَيَّ بَعْدَهُ)

“Demi Allah, ia memang pantas untuk memimpin, dan ia termasuk orang yang paling aku cintai, dan yang ini termasuk yang paling aku cintai setelahnya.”

Kategori Sahabat Artikel

Tinggalkan Komentar

Harap jangan menggunakan nama bisnis Anda untuk berkomentar.