Gaya Rambut Nabi Muhammad & Gaya Rambut yang Dilarang dalam Islam

Gaya Rambut Nabi Muhammad & Gaya Rambut yang Dilarang dalam Islam
Oleh Who Muhammad Is Tim
| Komentar

Rambut adalah bagian penting dari penampilan seseorang, dan Islam memberikan perhatian khusus pada penampilan luar, terutama penampilan Nabi ﷺ, agar beliau dapat menjadi teladan bagi umat Muslim dalam semua aspek kehidupan. Ini termasuk bagaimana beliau menata dan merawat rambutnya.

Selain itu, Islam telah menetapkan pedoman gaya rambut yang mencegah peniruan terhadap orang-orang kafir atau individu yang tidak bermoral, demi menjaga martabat dan identitas seorang Muslim.

Rambut Nabi Muhammad ﷺ

Rambut Nabi Muhammad ﷺ dijelaskan secara rinci oleh para sahabatnya, yang dengan cermat menyampaikan ciri-ciri fisik dan akhlak beliau. Di antara deskripsi yang dilaporkan:

1. Tekstur Rambut

Nabi ﷺ memiliki rambut yang tidak terlalu keriting (jʿad) dan tidak juga lurus sepenuhnya (sabt), tetapi berada di antara keduanya—bergelombang sedang.

Anas bin Malik (semoga Allah meridhoinya) berkata:
“Beliau tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek... tidak terlalu putih dan tidak terlalu gelap... tidak terlalu keriting dan tidak terlalu lurus...”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

2. Panjang Rambut

Panjang rambut Nabi ﷺ bervariasi tergantung pada waktu:

  • Terkadang mencapai daun telinganya.
  • Di waktu lain memanjang hingga ke bahu atau antara telinga dan bahu.
  • Juga dilaporkan bahwa beliau tiba di Mekah dengan empat kepangan rambut.

Al-Bara’ bin Azib berkata:
“Rambut beliau mencapai daun telinganya...”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Umm Hani’ berkata:
“Nabi ﷺ memasuki Mekah dengan empat kepangan rambut.”
(Diriwayatkan oleh al-Tirmidzi dan Abu Dawood)

3. Perawatan dan Penataan Rambut

  • Beliau terkadang membelah rambutnya di tengah, membiarkannya jatuh ke kedua sisi.
  • Beliau terkadang membiarkannya jatuh ke depan (Saddl) menutupi dahi.
  • Beliau menggunakan zat untuk menyatukan rambut (talbid), terutama selama Haji.
  • Beliau juga kadang-kadang mewarnai rambutnya.

Imam al-Nawawi berkata:
“Membelah atau tidak membelah rambut keduanya diperbolehkan, namun membelah lebih dianjurkan.”
(Sharh Muslim 15/90)

Gaya Rambut yang Dilarang dalam Islam

Islam memperingatkan terhadap gaya rambut tertentu yang meniru orang kafir atau bertentangan dengan kesopanan alami. Di antara gaya yang dilarang tersebut adalah:

1. Qazaʿ (Cukuran Tidak Merata)

Ini melibatkan mencukur sebagian kepala sementara bagian lain dibiarkan tidak dicukur, seperti mencukur sisi dan membiarkan bagian atas, atau sebaliknya.

Ibnu Umar (semoga Allah meridhoinya) berkata:
“Rasulullah ﷺ melarang qazaʿ.”
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Bentuk qazaʿ antara lain:

  • Mencukur bagian tengah dan membiarkan sisi (seperti para biarawan Kristen).
  • Mencukur sisi dan membiarkan bagian tengah (seperti dalam mode modern).
  • Mencukur bagian depan dan membiarkan bagian belakang.

2. Meniru Orang Kafir

Meniru orang non-Muslim dalam gaya yang khas mereka, seperti gaya militer tertentu atau punk, dilarang, meskipun tidak secara eksplisit termasuk dalam qazaʿ.

Nabi ﷺ bersabda:
“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”
(Diriwayatkan oleh Abu Dawood, disahihkan oleh Ibnu Hajar)

3. Meniru Orang Fasik atau Tak Bermoral

Ini merujuk pada gaya rambut yang diasosiasikan dengan perilaku maksiat, mencari ketenaran, atau perilaku memberontak, yang seringkali menjadi tren dalam budaya pop dan jauh dari nilai-nilai Islam.

Imam Ibnu al-Qayyim berkata:
“Mencukur sebagian kepala dan membiarkan sebagian lainnya memiliki tingkatan. Yang paling buruk adalah mencukur bagian tengah dan membiarkan sisi (seperti pendeta Kristen). Lalu mencukur sisi dan membiarkan tengah (seperti orang-orang rusak). Lalu mencukur depan dan membiarkan belakang. Semua ini termasuk dalam qazaʿ.”

Kesimpulan

Meneladani Nabi ﷺ tidak hanya mencakup akhlak dan ibadahnya, tetapi juga penampilan luarnya. Gaya rambut beliau mencerminkan moderasi, kebersihan, dan martabat. Islam membimbing umat Muslim untuk merawat penampilan dalam batas kesopanan dan integritas, menghindari peniruan terhadap orang kafir atau mereka yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Rambut adalah bentuk keindahan, namun harus tetap dalam batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah.

Kategori Kehidupan

Tinggalkan Komentar

Harap jangan menggunakan nama bisnis Anda untuk berkomentar.