Kisah Menyentuh Hati Nabi Muhammad

Kisah Menyentuh Hati Nabi Muhammad
Oleh Who Muhammad Is Tim
| Komentar

Kisah-Kisah Tentang Humor Nabi Muhammad

Nabi Muhammad ﷺ memiliki selera humor dan sering bercanda dengan para sahabatnya. Abu Hurairah pernah berkata kepadanya, “Wahai Rasulullah, engkau bercanda dengan kami!” Beliau menjawab, “Aku hanya mengatakan yang benar.” Beliau bercanda dengan tua maupun muda tanpa menyakiti hati. Berikut beberapa kisah tentang humornya.

Humor Nabi dengan Perempuan Tua

Seorang wanita tua datang kepada Nabi ﷺ dan memintanya untuk berdoa agar dia masuk surga. Nabi berkata, “Tidak ada wanita tua yang masuk surga!” Wanita itu sedih, tidak memahami maksudnya. Melihat kesedihannya, Nabi menjelaskan bahwa ia akan masuk surga dalam keadaan muda kembali.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dengan ciptaan baru * dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan * yang penuh cinta dan sebaya.” Nabi ﷺ membacakan ayat ini dan wanita itu pun merasa tenang.

Humor Nabi dengan Anak-anak

Nabi ﷺ sangat suka bermain dengan anak-anak. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Nabi pernah berkata kepadanya, “Wahai yang memiliki dua telinga,” sebagai candaan. Beliau juga sering bercanda dengan adik Anas yang memiliki burung peliharaan.

Beliau berkata, “Wahai Abu Umair, apa yang terjadi dengan Nughayr (burung kecil)?” untuk menghiburnya setelah burungnya mati.

Humor Nabi dengan Zahir

Zahir adalah seorang dari padang pasir yang mencintai Nabi dan sering membawakan hadiah ke Madinah. Suatu hari, saat Zahir sedang berdagang, Nabi ﷺ memeluknya dari belakang dan berkata, “Siapa yang mau membeli budak ini?” Zahir menjawab bahwa tak ada yang mau membelinya karena penampilannya. Nabi ﷺ berkata, “Tapi di sisi Allah, kamu sangat berharga.”

Kisah Kesabaran Nabi Muhammad

Kesabaran Nabi di Ka'bah

Ketika Nabi ﷺ sedang sholat di Ka'bah, kaum musyrik Quraisy yang dipimpin Abu Jahal meletakkan isi perut unta di punggungnya saat beliau sujud. Mereka tertawa dan mengejeknya, tetapi Nabi tetap sujud hingga putrinya Fatimah datang dan membersihkan kotoran itu. Setelah sholat, beliau berdoa terhadap mereka, dan mereka semua binasa di Perang Badar.

Kesabaran Nabi dengan Penduduk Thaif

Nabi ﷺ bersama Zaid bin Haritsah pergi ke Thaif untuk berdakwah. Mereka ditolak, bahkan penduduknya menghasut anak-anak untuk melempar batu. Nabi terluka dan kembali ke Makkah dengan kesedihan. Malaikat Jibril dan malaikat penjaga gunung menawarkan untuk menghancurkan Thaif, tetapi Nabi menolak, berharap keturunan mereka kelak akan masuk Islam.

Kesabaran Nabi dalam Misi Kenabian

Saat Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk memperingatkan kaumnya, beliau naik ke Bukit Shafa dan memanggil mereka. Ketika mereka berkumpul, beliau bertanya, “Apakah kalian akan mempercayaiku jika aku katakan ada pasukan akan menyerang?” Mereka menjawab ya. Nabi berkata, “Aku adalah pemberi peringatan dari Allah.” Pamannya, Abu Lahab, mencaci dan mereka pun bubar. Nabi tetap sabar meskipun ditolak.

Kesabaran Nabi atas Wafatnya Khadijah

Siti Khadijah, istri Nabi yang bijaksana dan penuh dukungan, wafat di awal dakwah. Nabi sangat sedih dan tahun itu disebut “Tahun Kesedihan”. Meski berduka dan menghadapi ancaman Quraisy, Nabi tetap tabah dan sabar.

Kisah Nabi Bersama Istri-Istrinya

Kecemburuan Aisyah

Suatu hari saat Nabi ﷺ berada di rumah Aisyah, salah satu istrinya mengirim makanan. Aisyah yang cemburu memukul mangkuk itu hingga pecah. Nabi mengumpulkan makanan itu dan berkata, “Ibumu sedang cemburu.” Lalu beliau mengganti mangkuk itu dengan milik Aisyah dan mengembalikannya.

Nabi Bermain dengan Istri-istrinya

Dalam riwayat Sahih Muslim, Nabi ﷺ berkata kepada istri-istrinya, “Yang memiliki tangan terpanjang akan menyusulku lebih dulu.” Mereka pun mengukur tangan masing-masing, mengira maksudnya secara fisik. Ternyata, Zainab yang paling dermawan dalam bersedekah. Ia yang pertama wafat, membuktikan sabda Nabi.

Pernikahan Nabi dengan Shafiyyah

Shafiyyah binti Huyayy, wanita bangsawan Yahudi, ditawan dalam sebuah peperangan. Seorang sahabat berkata bahwa ia terlalu mulia untuk diperlakukan seperti tawanan biasa. Nabi pun membebaskannya dan menikahinya. Kebebasannya dijadikan mahar, menjaga kehormatan dan martabatnya.

Kisah Nabi Bersama Para Sahabat

Nabi dan Sahabat Suwad

Saat mempersiapkan barisan perang, Nabi ﷺ melihat Suwad keluar dari barisan. Beliau menyentuhnya dengan tongkat. Suwad mengaku sakit dan minta balasan. Nabi membuka perutnya agar Suwad membalas, tetapi Suwad malah memeluk dan mencium perut Nabi, menyatakan cintanya dan berharap itu menjadi sentuhan terakhir sebelum syahid.

Nabi dan Abu Bakar Saat Hijrah

Saat hijrah ke Madinah, Abu Bakar menemani Nabi ﷺ. Ketika mendekati Gua Tsur, Abu Bakar masuk lebih dulu untuk memastikan aman. Sepanjang perjalanan, ia berganti-ganti posisi di depan, belakang, dan samping Nabi karena khawatir atas keselamatan beliau. Semoga Allah meridhainya.

Kategori Kehidupan

Tinggalkan Komentar

Harap jangan menggunakan nama bisnis Anda untuk berkomentar.