Abdullah bin Amr bin al-Ash

Abdullah bin Amr bin al-Ash
Oleh Who Muhammad Is Tim
| Komentar

Garis Keturunan Mulia Abdullah bin Amr

Dia adalah Abdullah bin Amr bin al-Ash bin Wa’il bin Hashim bin Sa’id bin Sahm bin Amr bin Husays bin Ka’b bin Lu’ayy al-Qurasyi as-Sahmi. Kunyahnya adalah Abu Abdur-Rahman, dan ibunya adalah Rayta binti Munabbih bin al-Hajjaj as-Sahmi. Dikatakan bahwa namanya dulu adalah al-Ash, namun Nabi ﷺ menggantinya.

Usianya Saat Memeluk Islam

Ia masuk Islam sebelum ayahnya, dan usia mereka hanya terpaut dua belas tahun. Ia meminta izin kepada Nabi ﷺ untuk menulis apa yang ia dengar dari beliau, dan Nabi mengizinkannya. Abdullah berkata: "Aku menghafal seribu hadis dari Rasulullah".

Ciri-Ciri Utama Abdullah bin Amr

Kecintaannya pada Jihad di Jalan Allah

Abdullah bin Amr berkata: "Kami hadir di Ajnadain, saat itu kami berjumlah 20.000 orang dipimpin oleh Amr bin al-Ash. Allah mengalahkan musuh, dan sebagian dari mereka melarikan diri ke Fihl pada masa kekhalifahan Umar. Lalu Amr memimpin pasukan dan mengusir mereka dari Fihl".

Pada tahun ke-27 H, Khalifah Utsman mencopot Amr bin al-Ash dari Mesir dan mengangkat Abdullah bin Sa’d. Abdullah bin Umar, Abdullah bin Amr bin al-Ash, dan Abdullah bin Zubair turut serta dalam penaklukan Afrika. Mereka bertemu Jerjir di dekat Sbeitla, dua hari perjalanan dari Kairouan. Jerjir memimpin 200.000 (atau 120.000) pasukan, sementara kaum Muslimin hanya 20.000.

Menangis Karena Takut kepada Allah

Abdullah bin Amr berkata: "Jika seseorang dari penduduk neraka dikeluarkan ke dunia ini, niscaya manusia akan mati karena ngeri melihatnya dan bau busuknya". Lalu ia menangis tersedu-sedu.

Beberapa Interaksinya dengan Nabi Muhammad ﷺ

  • Dalam suatu perjalanan, Nabi ﷺ mendapati mereka berwudu dan hanya mengusap ringan kaki mereka. Maka Nabi berseru: "Celakalah tumit dari api neraka!" — beliau mengatakannya dua atau tiga kali.
  • Saat Haji Wada’, seseorang berkata: "Saya mencukur sebelum menyembelih". Nabi bersabda: "Sembelihlah, tidak mengapa". Yang lain berkata: "Saya menyembelih sebelum melempar jumrah". Nabi menjawab: "Lemparlah, tidak mengapa".
  • Nabi bersabda: "Wahai Abdullah, janganlah kamu seperti si fulan, dahulu ia bangun malam, lalu ia meninggalkannya".
  • Nabi bersabda: "Apakah benar kamu berpuasa sepanjang hari dan salat sepanjang malam?" Abdullah menjawab: "Benar". Nabi berkata: "Jangan begitu. Berpuasalah dan berbukalah, salatlah dan tidurlah. Tubuhmu punya hak atasmu, matamu, istrimu, tamumu. Cukup berpuasa tiga hari tiap bulan, pahalanya seperti puasa setahun penuh". Abdullah berkata: "Aku kuat lebih dari itu". Nabi bersabda: "Berpuasalah seperti Nabi Daud — sehari puasa, sehari tidak — dan jangan lebih dari itu".
  • Di kemudian hari, Abdullah berkata: "Andai aku menerima keringanan dari Nabi".

Interaksi Abdullah bin Amr dengan Para Sahabat

Dengan Mu’adz bin Jabal

Mu’adz sering meriwayatkan hal yang belum didengar sahabat lain. Abdullah berkata: "Demi Allah, aku tidak mendengar Nabi mengatakan itu. Mu’adz hampir menyesatkan kalian". Ketika Mu’adz mendengarnya, ia berkata: "Wahai Abdullah! Mendustakan hadis Nabi adalah kemunafikan. Dosa ada pada orang yang mengada-ada. Aku mendengar Nabi bersabda: 'Hindarilah tiga tempat terkutuk: buang hajat di sumber air, tempat teduh, dan tengah jalan'.

Peristiwa Kematian ‘Ammar bin Yasir

Abdullah berkata kepada ayahnya: "Tidakkah engkau mendengar Nabi berkata kepada Ammar: 'Celakalah engkau wahai putra Sumayyah! Kamu akan dibunuh oleh kelompok pemberontak'?". Amr berkata kepada Muawiyah: "Dengarkan apa yang dikatakannya!" Muawiyah menjawab: "Kamu selalu membawa masalah. Apakah kami yang membunuhnya? Justru yang membawanya ke medan peranglah yang membunuhnya".

Dengan Ayahnya Saat Sakaratul Maut

Saat Amr bin al-Ash menjelang wafat, ia sangat takut. Abdullah berkata: "Ayah, mengapa begitu takut? Bukankah Nabi dahulu memuliakanmu?". Amr menjawab: "Wahai anakku, aku tak tahu apakah itu karena cinta atau sekadar strategi. Tapi aku bersaksi bahwa Nabi mencintai dua orang saat wafat: Ammar bin Yasir dan Abdullah bin Mas’ud". Lalu ia meletakkan tangannya di bawah janggutnya dan berkata: "Ya Allah, Engkau perintahkan kami namun kami melanggar, Engkau larang kami namun kami kerjakan — kami hanya berharap pada ampunan-Mu". Dan itu terus ia ucapkan hingga wafat.

Pengaruh Abdullah bin Amr terhadap Orang Lain

  • ‘Atha bin Yasar bertanya padanya tentang sifat Nabi dalam Taurat. Ia menjawab: "Ya, demi Allah, beliau disebut: 'Wahai Nabi! Kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan... Engkau hamba-Ku dan utusan-Ku. Aku menamakanmu Al-Mutawakkil. Engkau tidak kasar, tidak keras, tidak berteriak di pasar, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi memaafkan dan mengampuni...'"
  • Masruq berkata: "Saat kami menemui Abdullah di Kufah, ia berkata: 'Rasulullah bukan orang yang berkata kotor. Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya'."
  • Khaytsamah meriwayatkan bahwa pelayan Abdullah datang mengadu bahwa makanan belum diberikan pada para pekerja. Ia berkata: "Berikan makanan mereka. Rasulullah bersabda: 'Cukuplah seseorang berdosa jika ia menahan makanan dari orang yang di bawah kekuasaannya'."

Ilmu Abdullah bin Amr tentang Al-Qur’an dan Tafsirnya

  • Al-Thawri berkata bahwa Abdullah menafsirkan ayat [7:175] mengenai Umayyah bin Abi al-Shalt.
  • Ia berkata: "Barang siapa bertobat setahun, sebulan, sehari, bahkan sesaat sebelum kematian, tobatnya diterima". Ketika seseorang bertanya tentang [4:18], ia menjawab: "Aku menyampaikan apa yang aku dengar dari Nabi".
  • Untuk ayat [7:172], ia berkata: "Allah mengambil keturunan dari punggung Adam seperti sisir mengambil rambut dari kepala".

Hadis-Hadis yang Diriwayatkan Abdullah bin Amr

  • "Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah".
  • Seseorang bertanya: "Islam yang bagaimana yang terbaik?" Ia menjawab: "Memberi makan, dan memberi salam pada yang dikenal maupun tidak dikenal".
  • "Empat sifat, siapa yang memilikinya adalah munafik sejati: jika dipercaya, berkhianat; jika berbicara, berdusta; jika berjanji, mengingkari; jika bertengkar, melampaui batas".
  • "Barang siapa mengatakan atas namaku sesuatu yang tidak aku ucapkan, maka ia telah menyiapkan tempat duduknya di neraka".

Perkataan Abdullah bin Amr

Pemilik Al-Qur’an tidak sepantasnya terlibat dalam perdebatan atau kebodohan, namun bersikap pemaaf demi kemuliaan firman Allah dalam dirinya. Ia harus menjauh dari keraguan, tidak banyak tertawa, tidak berkata sia-sia, dan menjaga akhlaknya.

Ia harus bersikap rendah hati terhadap orang miskin, menjauhi kesombongan dan dunia jika dikhawatirkan terfitnah olehnya. Ia harus menjaga adab dan bersikap lembut, berteman dengan orang yang menunjuki pada kebaikan dan menghiasinya, bukan memperburuk citranya.

Ia harus mempelajari hukum-hukum Al-Qur’an, memahami isi bacaannya, dan tidak seperti keledai yang membawa kitab tapi tidak memahaminya. Ia harus membedakan ayat Makkiyah dan Madaniyah, memahami gramatika Arab dan kata-kata langka untuk menghindari kerancuan dalam pemahaman.

Wafatnya Abdullah bin Amr

Ia wafat pada tahun 65 H. Ia lebih muda dari ayahnya 12 tahun. Ia dikenal sebagai sosok yang saleh, berilmu, dan berwibawa. Ia menasihati ayahnya untuk tidak ikut dalam fitnah, namun tetap mematuhinya karena menghormati sebagai anak.

Kategori Sahabat

Tinggalkan Komentar

Harap jangan menggunakan nama bisnis Anda untuk berkomentar.