Abu al-Tufayl ‘Amir bin Watsilah – Sahabat Terakhir yang Wafat

Abu al-Tufayl ‘Amir bin Watsilah – Sahabat Terakhir yang Wafat
Oleh Who Muhammad Is Tim
| Komentar

Yang Terakhir Wafat dari Para Sahabat

Sahabat Abu al-Tufayl; ‘Amir bin Watsilah al-Laitsi, atau ‘Amir bin Watsilah bin Abdullah bin ‘Amir, dan juga dikatakan: ‘Umair bin Juhsy, atau Hamis bin Jari, atau Judi bin Sa‘d. Ia termasuk di antara orang-orang yang melihat Nabi—shallallahu ‘alaihi wasallam. Para ulama sepakat bahwa ia adalah sahabat mulia terakhir yang wafat, pada tahun 100 H.

Ada juga yang mengatakan bahwa ia wafat pada tahun 102 H, dan riwayat lain menyebutkan tahun 110 H, di Mekkah. Disebutkan juga bahwa ia berasal dari kabilah Kinanah, bukan Laits. Ibnu ‘Asakir menyebutkan dalam kitab sejarahnya bahwa ia wafat pada tahun 101 H dan hidup pada masa kekhalifahan ‘Umar bin ‘Abd al-‘Aziz—rahimahullah. Pendapat lain mengatakan bahwa ia wafat dalam perang melawan Ibn al-Asy‘ats pada tahun 82 H.

Informasi tentang Sahabat ‘Amir bin Watsilah

Abu al-Tufayl berusia delapan tahun pada masa Nabi—shallallahu ‘alaihi wasallam—karena ia lahir pada tahun Perang Uhud. Ia melihat Nabi saat Haji, kemudian pergi ke Kufah, lalu menetap di Mekkah hingga wafat. Disebutkan bahwa ia melihat Nabi—shallallahu ‘alaihi wasallam—bertawaf di Ka‘bah. Ia meriwayatkan dari ‘Umar dan ‘Ali—radhiyallahu ‘anhuma. Ia tinggal di Kufah dan al-Mada'in pada masa sahabat Hudzaifah bin al-Yaman—radhiyallahu ‘anhu—kemudian kembali ke Mekkah dan wafat di sana.

Ia adalah sahabat terakhir yang melihat Nabi—shallallahu ‘alaihi wasallam—dan ia menemani ‘Ali—radhiyallahu ‘anhu—serta turut serta dalam seluruh peperangan bersamanya. Setelah wafatnya ‘Ali—radhiyallahu ‘anhu—ia kembali ke Mekkah. Ia dikenal karena kefasihannya, kemuliaannya, puisinya, serta kecerdasannya dalam menjawab. Ia lahir setelah hijrah dan melihat Nabi—shallallahu ‘alaihi wasallam—saat Haji Wada‘, ketika Nabi menyentuh sudut Ka‘bah dengan tongkatnya dan menciumnya. Ia membawa panji al-Mukhtar saat pemberontakan di Irak. Ia dikenal sebagai periwayat terpercaya, jujur, berilmu, dan seorang penunggang kuda yang terampil.

Penglihatan ‘Amir bin Tufayl terhadap Nabi

‘Amir al-Bakri Abu al-Tufayl dianggap sebagai salah satu sahabat muda, dan yang terakhir wafat di antara mereka. Dalam Shahih Muslim, diriwayatkan bahwa ia melihat Nabi—shallallahu ‘alaihi wasallam—menyentuh sudut Ka‘bah, seraya berkata: “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertawaf di Ka‘bah dan menyentuh sudutnya dengan tongkatnya, lalu mencium tongkat itu.”

Ketika seseorang bertanya kepadanya tentang melihat Nabi—shallallahu ‘alaihi wasallam—ia menjawab: “Ya, dan aku tidak tahu ada orang lain di muka bumi ini yang masih hidup dan pernah melihat Nabi selain aku.” Ia menambahkan: “Beliau berkulit putih dan wajahnya tampan.” Ia juga melihat Nabi menaiki untanya menuju al-Abthah. Ia juga melihat Nabi membagi-bagikan daging di suatu tempat bernama al-Ji‘ranah dan melihat beliau bertawaf serta berjalan antara Shafa dan Marwah.

Kategori Sahabat

Tinggalkan Komentar

Harap jangan menggunakan nama bisnis Anda untuk berkomentar.