Bagaimana Amr Ibn Al-Ash menaklukkan Mesir?

Bagaimana Amr Ibn Al-Ash menaklukkan Mesir?
Oleh Who Muhammad Is Tim
| Komentar

Siapa yang Menaklukkan Mesir?

Dia adalah Amr ibn al-‘As ibn Wa’il as-Sahmi al-Qurasyi, dikenal dengan julukan Abū ‘Abd Allāh, salah satu ahli strategi terkenal dari bangsa Arab. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas, gigih, dan cerdas. Dahulu ia termasuk di antara para penentang Islam yang paling keras saat masih musyrik, namun Allah ﷻ yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi membimbingnya kepada Islam pada masa Perjanjian Hudaibiyah.

Nabi Muhammad ﷺ sangat mempercayainya hingga beliau ﷺ mengangkatnya sebagai pemimpin ekspedisi Dhat al-Salasil, di mana di bawah komandonya terdapat Abu Bakar dan Umar, semoga Allah meridhai mereka berdua.

Amr ibn al-‘As, Penakluk Mesir

Amr ibn al-‘As, semoga Allah meridhainya, adalah salah satu panglima terkemuka dalam penaklukan Islam. Ia turut serta dalam penaklukan wilayah Syam pada masa kekhalifahan Abu Bakar dan Umar, semoga Allah meridhai mereka. Setelah kaum Muslimin berhasil menaklukkan Yerusalem dan Umar ibn al-Khattab menerima kunci kota tersebut, Amr ibn al-‘As berbicara secara pribadi dengan beliau, mendorongnya untuk menaklukkan Mesir dan menjelaskan betapa mudahnya hal itu. Ia terus membujuk hingga Umar, semoga Allah meridhainya, memberikan izin.

Umar ibn al-Khattab, semoga Allah meridhainya, menugaskan Amr memimpin pasukan sebanyak empat ribu prajurit dan mengirimkannya, seraya menginformasikan bahwa beliau akan mengirimkan surat yang akan menentukan apakah pasukan boleh melanjutkan atau harus mundur. Jika perintahnya adalah mundur namun pasukan sudah memasuki wilayah Mesir, maka Amr diperbolehkan bertawakal kepada Allah dan melanjutkan. Dikatakan bahwa surat itu sampai tepat sebelum mereka memasuki perbatasan, namun Amr menundanya hingga mereka benar-benar masuk, lalu terus melaju.

Alasan Amr ibn al-‘As Masuk ke Mesir

Yang mendorong Amr ibn al-‘As, semoga Allah meridhainya, untuk meyakinkan Umar ibn al-Khattab agar menaklukkan Mesir adalah karena ia pernah mengunjunginya pada masa jahiliyah.

Ia mengetahui kondisi Mesir: kekacauan politik, lemahnya kekuasaan Romawi, rapuhnya tentara mereka, dan kebencian rakyat terhadap penguasa yang menindas—semua ini adalah faktor yang akan memudahkan penaklukan. Selain itu, Mesir kaya akan sumber daya dan tanahnya subur. Namun yang terpenting, Amr ingin mencari ridha Allah dan membawa penduduknya kepada agama yang benar.

Perlakuan Amr ibn al-‘As terhadap Orang Mesir dan Tradisi Mereka setelah Penaklukan

Kepemimpinan Amr ibn al-‘As atas Mesir ditandai dengan keadilan, toleransi, kasih sayang, dan kebijaksanaan yang luar biasa. Salah satu cirinya adalah sistem peradilan yang adil: ia mendirikan pengadilan permanen dan terorganisir, termasuk pengadilan banding. Jika ada perkara antara Muslim dan Koptik, otoritas Koptik boleh ikut campur—sesuatu yang tidak pernah terjadi di bawah kekuasaan Romawi, meskipun mereka sama-sama Kristen.

Ia sangat menghormati adat dan kepercayaan orang Mesir, dan hanya melarang satu tradisi yang kejam: menculik gadis cantik setiap tahun untuk dilemparkan ke Sungai Nil sebagai persembahan kepada "dewa Nil" demi banjir yang tinggi—sebuah tradisi kuno.

Keadilannya juga terlihat dengan membiarkan umat Koptik memilih patriark mereka sendiri secara bebas—sebuah kebijakan yang juga diterapkan Umar saat menaklukkan Yerusalem—dan memperbolehkan mereka membangun gereja di kota Islam baru yang ia dirikan.

Pencapaian Terbesar Amr ibn al-‘As di Mesir

Berikut beberapa pencapaian penting Amr ibn al-‘As di Mesir—hanya setetes dari lautan jasa beliau, karena ia adalah penakluk dan gubernur pertama yang memimpin dua kali dalam jangka waktu panjang:

  • Menyebarkan keamanan dan keselamatan di seluruh negeri.
  • Memberikan kebebasan beragama kepada umat Koptik yang sebelumnya tidak mereka miliki, termasuk mengembalikan Patriark “Benjamin” dari pengasingan di Wādī al-Naṭrūn ke “Gereja Aleksandria,” sehingga memenangkan hati rakyat Mesir.
  • Melaksanakan reformasi keuangan dan administrasi secara menyeluruh, serta melibatkan kaum Koptik dalam pemerintahan.
  • Mendirikan kota al-Fusṭāṭ sebagai ibu kota Islam Mesir dan membangun masjidnya di pusat kota tersebut—masjid pertama di Afrika yang masih berdiri hingga sekarang.
  • Menggali kanal yang menghubungkan Sungai Nil ke Laut Merah atas perintah Amirul Mukminin Umar, semoga Allah meridhainya, untuk memudahkan perjalanan dan perdagangan antara Mesir dan Jazirah Arab; kanal ini dikenal dengan nama Khalīj Amīr al-Muʾminīn.

Kategori Sahabat Artikel

Tinggalkan Komentar

Harap jangan menggunakan nama bisnis Anda untuk berkomentar.