Prestasi, Kehidupan & Tempat Pemakaman Khalid bin Walid

Prestasi, Kehidupan & Tempat Pemakaman Khalid bin Walid
Oleh Who Muhammad Is Tim
| Komentar

Biografi Singkat Khalid bin Walid

Sahabat agung Khalid bin Walid (semoga Allah meridainya) adalah Khalid bin Walid bin Al-Mughirah Al-Qurasyi Al-Makki. Ia adalah tokoh terkemuka dalam umat Islam dan salah satu pejuang besar dalam sejarahnya. Ia masuk Islam pada tahun ke-8 Hijriah dan ikut serta dalam puluhan pertempuran tanpa pernah mengalami kekalahan. Secara fisik, ia bertubuh besar, lebar bahu, kuat secara fisik, dan sangat mirip dengan Umar bin Al-Khattab.

Masa Kecil dan Sifat-Sifat Utama Khalid bin Walid

Ia adalah Khalid bin Walid bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Makhzum bin Yaqaza bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ayy bin Ghalib. Dikatakan bahwa ia sangat mirip secara fisik dengan Umar bin Al-Khattab (semoga Allah meridai keduanya). Ia memiliki kedudukan penting dalam suku Quraisy sebelum masuk Islam, dan juga di kalangan para sahabat setelah masuk Islam.

Khalid bin Walid (semoga Allah meridainya) dikenal karena kekuatan dan kecerdasannya dalam strategi militer. Ia memiliki semua sifat seorang pemimpin: keberanian, kesiapan, inisiatif, dan tidak takut. Ia dibesarkan di padang pasir, sebagaimana kebiasaan suku Quraisy mengirim anak-anak mereka ke padang pasir untuk memperkuat kepribadian mereka. Ia kembali ke keluarganya pada usia enam tahun.

Ia masuk Islam setelah Perjanjian Hudaibiyah. Nabi Muhammad (shalawat dan salam kepadanya) mengharapkan kebaikan darinya dan mengirim pesan melalui saudaranya Al-Walid untuk berbicara dengannya tentang Islam. Khalid terharu dengan hal ini, merasa sangat bahagia karena perhatian Nabi kepadanya, lalu ia pergi bersama sahabatnya Amr bin Al-‘Ash kepada Nabi dan mereka berdua menyatakan masuk Islam.

Keutamaan Khalid bin Walid

Khalid bin Walid (semoga Allah meridainya) terkenal karena kecerdasan, strategi militer, keberanian, dan cintanya kepada jihad di jalan Allah. Oleh karena itu, Nabi menamainya "Pedang Allah". Nabi (shalawat dan salam kepadanya) bersabda:

“Zaid mengambil panji dan gugur sebagai syahid, kemudian Ja’far mengambilnya dan juga gugur, lalu Ibn Rawahah mengambilnya dan juga gugur, dan mata Nabi meneteskan air mata. Kemudian, seorang pedang dari pedang-pedang Allah mengambilnya hingga Allah memberikan kemenangan.”

Wahsyi bin Harb (semoga Allah meridainya) berkata:

“Aku mendengar Rasulullah (shalawat dan salam kepadanya) bersabda: 'Sebaik-baik hamba Allah dan saudara suku adalah Khalid bin Walid, pedang dari pedang-pedang Allah yang Allah kirimkan kepada orang kafir dan munafik.'”

Prestasi Terpenting Khalid bin Walid

Sahabat agung Khalid bin Walid (semoga Allah meridainya) memiliki banyak prestasi militer yang luar biasa, di antaranya:

  • Perang Mu'tah: Saat ia mengambil panji setelah tiga komandannya gugur sebagai syahid dan berperan dalam menyelamatkan tentara Muslim.
  • Perang Melawan Kaum Murtad: Ketika Abu Bakar As-Siddiq (semoga Allah meridainya) menunjuk Khalid bin Walid sebagai pemimpin pasukan Muslim melawan kaum murtad. Ia berhasil membunuh nabi palsu Sajah dan mengalahkan Bani Hanifah serta membunuh Musailamah Al-Kazzab.
  • Penaklukan Irak: Abu Bakar As-Siddiq (semoga Allah meridainya) menugaskan Khalid bin Walid untuk mengamankan perbatasan negara Islam. Ia menuju Irak dan berhasil menaklukkan banyak kotanya. Ia mengepung kota Al-Anbar, dan ketika sulit ditaklukkan, ia memerintahkan untuk menyembelih unta-unta lemah dan melemparkan bangkainya ke bagian paling sempit dari parit. Kemudian pasukan Muslim menyeberanginya di bawah hujan anak panah dan berhasil menaklukkan Al-Anbar berkat strategi Khalid bin Walid.
  • Penaklukan Syam (Bilad al-Sham): Khalid bin Walid berhasil mengumpulkan seluruh pasukan Muslim di Syam dan membaginya menjadi brigade untuk memperbesar kesan jumlah mereka di mata musuh dan menyebarkan ketakutan. Sayap kanan dipimpin oleh Amr bin Al-‘Ash bersama Syurahbil bin Hasana, sayap kiri oleh Yazid bin Abi Sufyan, dan pusat oleh Abu Ubaidah bin Al-Jarrah.

Kematian Khalid bin Walid

Sahabat agung Khalid bin Walid (semoga Allah meridainya) wafat pada masa kekhalifahan Umar bin Al-Khattab tahun ke-21 Hijriah di kota Homs, Syam. Ketika ajal menjemputnya, ia mewakafkan senjata dan kudanya di jalan Allah.

Tempat Pemakaman Khalid bin Walid

Khalid bin Walid adalah sahabat mulia yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah Islam. Ia dijuluki "Pedang Allah yang Terhunus". Ibn Taymiyyah (rahimahullah) menyebutkan beberapa pendapat mengenai tempat pemakamannya:

  • Ada yang mengatakan ia wafat dan dimakamkan di Madinah.
  • Ada juga yang mengatakan ia wafat di Suriah, di kota Homs, dan ini adalah pendapat yang paling masyhur di kalangan ulama dan sejarawan. Hal ini disebutkan oleh Ibn Katsir (rahimahullah) dalam kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah, dan makamnya terletak di gerbang kota Homs.

Khalid (semoga Allah meridainya) wafat pada masa kekhalifahan Umar bin Al-Khattab (semoga Allah meridainya) pada tahun ke-21 Hijriah karena sakit. Saat itu ia berusia 60 tahun. Sebelum wafat, ia mengungkapkan penyesalannya karena tidak mati syahid dalam pertempuran dengan berkata:

“Aku telah ikut serta dalam begitu banyak pertempuran, dan tidak ada sejengkal pun di tubuhku yang tidak terkena tebasan pedang, lemparan panah, atau tusukan tombak. Dan kini aku mati di atas ranjangku seperti unta. Maka janganlah mata para pengecut tidur.”

Kategori Sahabat Artikel

Tinggalkan Komentar

Harap jangan menggunakan nama bisnis Anda untuk berkomentar.