Para Sahabat yang Menghadiri Baiat Aqabah Pertama
-
1. As’ad bin Zurarah – dari suku Al-Khazraj
-
2. Auf bin Al-Harits bin Rafi’ah (Ibn Afra) – dari Al-Khazraj
-
3. Rafi’ bin Malik bin Al-Ajlan – dari Al-Khazraj
-
4. Qutbah bin Amir bin Hadidah – dari Al-Khazraj
-
5. Ubadah bin Ash-Shamit – dari Al-Khazraj
-
6. Yazid bin Tsa’labah – dari Al-Khazraj
-
7. Al-‘Abbas bin Ubadah bin Nadlah – dari Al-Khazraj
-
8. Dzakwan bin Abd Qays – dari Al-Khazraj
-
9. Ubayd bin At-Tayihan – dari Al-Aws
-
10. Abu Al-Haytsam bin At-Tayihan – dari Al-Aws
-
11. Uqbah bin Amir – dari Al-Aws
-
12. Mu’adz bin Al-Harits (juga dikenal sebagai Ibn Afra) – dari Al-Khazraj
Selama musim haji pada tahun kedua belas setelah diutusnya Nabi Muhammad ﷺ, dua belas orang pria dari Yatsrib (yang kemudian dikenal sebagai Madinah) bertemu dengan Nabi Muhammad ﷺ di Al-Aqabah.
Mereka menyatakan keislaman mereka dan membaiat Nabi ﷺ dengan kesetiaan dan ketaatan kepada kebenaran, yang kemudian dikenal sebagai Baiat Aqabah Pertama. Para lelaki ini berasal dari suku Al-Aws dan Al-Khazraj, dan mereka menjadi pondasi awal masyarakat Islam di Madinah. Berikut sekilas tentang masing-masing dari mereka:
1. As’ad bin Zurarah – dari suku Al-Khazraj
As’ad bin Zurarah adalah salah satu orang pertama dari Madinah yang memeluk Islam, dan ia adalah orang pertama dari kalangan Anshar yang berbaiat kepada Nabi ﷺ. Ia berperan sebagai pemimpin dalam menyebarkan Islam di kalangan Khazraj dan menemani Nabi dalam mengajak kaumnya, banyak dari mereka masuk Islam melalui perantaraannya.
Dikenal karena ketulusan imannya yang dalam, ia termasuk pendukung awal yang sangat setia kepada agama. Ia wafat sebelum hijrah Nabi ﷺ, dan dikisahkan bahwa Nabi ﷺ sendiri yang menshalatkannya dan memakamkannya dengan tangan beliau sendiri, menandakan kedekatan dan kehormatannya.
2. Auf bin Al-Harits bin Rafi’ah (Ibn Afra) – dari Al-Khazraj
Auf berasal dari keluarga pemberani dan dikenal dengan kepahlawanan. Saudara-saudaranya gugur sebagai syuhada dalam Perang Badar. Ia adalah mukmin sejati yang berbaiat dalam Baiat Aqabah Pertama dan mendukung dakwah Islam sejak awal. Semangat juangnya tercermin dalam keberaniannya di medan perang.
3. Rafi’ bin Malik bin Al-Ajlan – dari Al-Khazraj
Rafi’ termasuk tokoh utama yang membawa Islam dari Makkah ke Madinah. Setelah berbaiat kepada Nabi ﷺ, ia kembali ke kaumnya dan menyebarkan risalah Islam, membawa banyak orang kepada keimanan. Ia dikenal sebagai juru dakwah yang penuh semangat, mencintai kebenaran, dan ikut serta dalam Perang Badar.
4. Qutbah bin Amir bin Hadidah – dari Al-Khazraj
Qutbah adalah pria yang beriman kuat dan berani. Setelah berbaiat di Aqabah, ia tetap setia dan menjadi salah satu perawi hadits. Ia ikut dalam berbagai pertempuran bersama Nabi ﷺ, mencintai ilmu dan agama, serta dihormati di kalangan sahabat.
5. Ubadah bin Ash-Shamit – dari Al-Khazraj
Ubadah adalah tokoh utama dalam bidang fikih dan ilmu agama. Ia menyaksikan Baiat Aqabah Pertama dan Kedua, serta merupakan salah satu penulis wahyu. Ia ikut dalam Perang Badar dan pertempuran lainnya, dan kemudian menjadi hakim di Palestina. Ia dikenal adil, wara’, dan teguh pada sunnah Nabi ﷺ.
6. Yazid bin Tsa’labah – dari Al-Khazraj
Yazid adalah salah satu sahabat yang hadir dalam Baiat Aqabah Pertama dan beriman sejak awal dakwah Nabi ﷺ. Ia membantu menyebarkan Islam di kalangannya. Meskipun tidak banyak detail sejarah tentangnya, keterlibatannya dalam baiat awal menunjukkan keberanian dan keikhlasannya.
7. Al-‘Abbas bin Ubadah bin Nadlah – dari Al-Khazraj
Al-‘Abbas adalah pria cerdas dan fasih berbicara. Saat Baiat Aqabah Pertama, ia sangat bersemangat membela Nabi ﷺ, bahkan mengusulkan untuk memulai peperangan melawan Quraisy, namun Nabi ﷺ tidak mengizinkannya saat itu. Ia beriman teguh dan berpikiran tajam.
8. Dzakwan bin Abd Qays – dari Al-Khazraj
Dzakwan adalah salah satu Muslim awal yang berbaiat dalam Baiat Aqabah Pertama dan mendukung dakwah sejak awal di Madinah. Meski sedikit catatan tentangnya, ia tetap dikenang sebagai bagian dari kelompok istimewa yang meletakkan dasar Islam di Yatsrib.
9. Ubayd bin At-Tayihan – dari Al-Aws
Ubayd berasal dari suku Al-Aws dan masuk Islam sejak awal. Ia menghadiri Baiat Aqabah Pertama dan dikenal bersemangat dalam agama. Ia mengajak kaumnya memeluk Islam setelah kembali dari Makkah, membantu menguatkan keimanan di kalangan suku Aws.
10. Abu Al-Haytsam bin At-Tayihan – dari Al-Aws
Abu Al-Haytsam adalah salah satu sahabat paling dikenal dari suku Aws. Ia termasuk yang menyambut dan menampung para Muhajirin setelah hijrah. Ia hadir dalam Baiat Aqabah, setia dalam perjuangan, berani di medan perang, dan dermawan dalam akhlaknya. Ia disebut dalam beberapa hadits dan dipuji oleh Nabi ﷺ.
11. Uqbah bin Amir – dari Al-Aws
Uqbah adalah salah satu mukmin awal yang hadir dalam Baiat Aqabah Pertama dan kemudian berperan dalam penyebaran Islam. Ia menjadi perawi hadits dan turut serta dalam penaklukan-penaklukan Islam, terutama di wilayah Syam, di mana ia memegang posisi administratif.
12. Mu’adz bin Al-Harits (juga dikenal sebagai Ibn Afra) – dari Al-Khazraj
Mu’adz adalah saudara dari Auf bin Afra, seorang pemuda yang berbaiat kepada Nabi ﷺ dengan iman yang tulus. Ia turut berperang dalam Perang Badar dan gugur sebagai syahid, menjadikannya salah satu syuhada pertama dalam Islam dan simbol keberanian dan pengorbanan awal.
Para sahabat ini membaiat Nabi ﷺ dalam Baiat Aqabah Pertama, bersumpah untuk tidak menyekutukan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak mereka, tidak berdusta, dan menaati Nabi dalam segala hal yang baik.