Nama-nama Sahabat yang Gugur sebagai Syuhada dalam Perang Badar
Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun kedua setelah Hijrah. Ini adalah pertempuran pertama antara kaum Muslimin dan kaum kafir Quraisy, dan dianggap sebagai salah satu pertempuran paling menentukan dalam sejarah Islam. Allah menamakannya Yawm al-Furqan (Hari Pembeda) karena hari itu membedakan antara kebenaran dan kebatilan.
Kaum Muslimin meraih kemenangan atas kaum kafir Quraisy. Tujuh puluh orang dari pihak kafir terbunuh, dan tujuh puluh lainnya ditawan, sementara empat belas orang Muslim gugur sebagai syuhada dan naik kepada Rabb mereka—semoga Allah menerima mereka semua.
Syuhada Perang Badar dari Kaum Muhajirin (Kaum Emigran)
Enam orang syahid dari kalangan Muhajirin gugur dalam Perang al-Furqan—semoga Allah menerima mereka di derajat tertinggi:
- Ubaydah ibn al-Harith ibn al-Muttalib ibn Abd Manaf, dikenal sebagai Abu al-Harith, adalah salah satu ksatria Quraisy.
- Umayr ibn Abi Waqqas ibn Abi Ahib al-Zuhri – Ia dibunuh oleh Amr ibn Wudd al-‘Amiri. Nabi ﷺ awalnya melarang Umayr ikut berperang karena usianya yang masih muda. Umayr menangis dan memohon, akhirnya Nabi ﷺ mengizinkannya, dan ia syahid dalam pertempuran.
- Dzu al-Shimalayn ‘Umayr ibn ‘Abd ‘Amr ibn Nadlah al-Khuza‘i.
- ‘Aqil ibn al-Bukayr, dari suku Banu Sa‘d ibn Layth ibn ‘Abd Manat ibn Kinana. Ia termasuk Muslim awal yang berbaiat kepada Nabi ﷺ di Dar al-Arqam.
- Muhja‘ al-‘Akki, budak yang dibebaskan oleh Umar ibn al-Khattab. Ia adalah Muslim awal dan menjadi syuhada pertama dalam Perang Badar.
- Safwan ibn Wahb ibn Rabi‘ah ibn Hilal al-Fihri, dibunuh oleh Tu‘aymah ibn ‘Adi al-Nawfali pada hari Badar.
Syuhada Perang Badar dari Kaum Anshar (Penolong)
Delapan syuhada dari kalangan Anshar gugur—enam dari suku Khazraj dan dua dari suku Aus. Semoga Allah menerima mereka semua di derajat tertinggi:
- Sa‘d ibn Khaythamah ibn al-Harith ibn Malik al-Khazraji, salah satu Muslim awal dan termasuk dua belas pemimpin (nuqaba) yang berbaiat di al-‘Aqabah.
- Mubashshir ibn ‘Abd al-Mundhir ibn ‘Ali Zanbar al-Khazraji al-Ansari.
- Yazid ibn al-Harith (atau al-Harth) ibn Qays ibn Malik al-Ansari al-Khazraji, dikenal sebagai Ibn Fasḥam. Nabi ﷺ memasangkannya dengan Dzu al-Shimalayn, yang juga syahid di Badar.
- ‘Umayr ibn al-Humam ibn al-Jamuh ibn Zayd ibn Haram al-Khazraji al-Ansari – Ia membuang kurma yang sedang ia makan saat berdiri di barisan perang karena takut akan menghambatnya masuk surga. Ia lalu berperang sampai gugur.
- Harithah ibn Suraqah ibn al-Harith al-Ansari al-Awsi al-Najjari – Ia terkena panah nyasar dan gugur. Ibunya, al-Rubayyi‘ binti al-Nadr, adalah bibi dari Anas ibn Malik dan termasuk kerabat ibunya.
- Rafi‘ ibn al-Mu‘alla ibn Lawdhan ibn Harithah al-Khazraji al-Ansari, dibunuh oleh Ikrimah ibn Abi Jahl.
- Awf ibn al-Harith ibn Rifa‘ah ibn Sawad dan Mu‘awwidh ibn al-Harith ibn Rifa‘ah ibn Sawad – Mereka bersaudara, dan dikatakan bahwa keduanya ikut serta membunuh Abu Jahl.