Atika bint Abd al-Muttalib "Bibi Nabi"

Atika bint Abd al-Muttalib "Bibi Nabi"
Oleh Who Muhammad Is Tim
| Komentar

Atika bint Abd al-Muttalib adalah bibi Nabi Muhammad (shalawat dan salam atasnya) serta saudari dari Abu Talib dan Abdullah. Nabi (SAW) memiliki enam bibi dari pihak ayah: Atika, Umaymah, Al-Bayda, Barra (ibu dari Abu Salama bin Abd al-Asad), Safiyyah, dan Arwa.

Kehidupan Atika bint Abd al-Muttalib

Atika menikah dengan Abu Umayyah bin al-Mughirah, ayah dari Umm Salama, salah satu istri Nabi Muhammad (SAW). Ia memiliki tiga anak: Abdullah, Zuhayr, dan Qaribah. Atika masuk Islam di Mekkah dan kemudian berhijrah ke Madinah.

Sifat Atika bint Abd al-Muttalib

Atika dikenal memiliki bakat dalam syair. Ia menggubah elegi untuk meratapi ayahnya, Abd al-Muttalib, serta membacakan syair di pasar Ukaz, termasuk puisi kebanggaan dan kehormatan. Ia juga menulis syair tentang Perang Badar, menyebutkan visinya dan kebenarannya.

Keislamannya diindikasikan dalam syair-syairnya, di mana ia memuji Nabi Muhammad (SAW) dan menegaskan kenabiannya.

Atika bint Abd al-Muttalib dan Visi Perang Badar

Atika terkenal karena visinya sebelum Perang Badar, yang dicatat dalam sumber sejarah. Ia menceritakan penglihatannya kepada saudaranya, Al-Abbas, memperingatkan bahwa bencana akan menimpa Quraisy.

Dalam mimpinya, ia melihat seorang pria datang mengendarai unta, berhenti di Al-Abtah, dan mengumumkan:

"Bangkitlah, wahai orang-orang pengkhianat, menuju kematian kalian dalam tiga hari!"

Orang-orang berkumpul mengelilinginya saat ia bergerak dengan untanya ke Ka’bah, lalu ke puncak Gunung Abu Qubays, mengulangi:

"Bangkitlah, wahai orang-orang pengkhianat, menuju kematian kalian dalam tiga hari!"

Kemudian, ia mengambil batu dan melemparkannya dari puncak gunung, menyebabkan batu itu hancur berkeping-keping, dengan pecahannya memasuki setiap rumah di Quraisy.

Orang-orang Quraisy sangat terganggu dengan penglihatan Atika dan menunggu dengan cemas selama tiga hari. Lalu, seorang penyeru terdengar di Al-Abtah, berteriak dengan pakaian robek dan unta terluka:

"Wahai kaum Quraisy! Harta kalian! Kafilah kalian dengan Abu Sufyan dalam bahaya oleh Muhammad dan para pengikutnya! Tolong! Tolong!"

Setelah itu, Quraisy bersiap untuk berperang. Namun, Abu Lahab menolak untuk ikut serta karena ia mempercayai visi saudarinya. Akhirnya, kebenaran penglihatan Atika terwujud dalam Perang Badar.

Pengaruh Atika bint Abd al-Muttalib

Beberapa syairnya:

"Mengapa kalian tidak berdiri teguh untuk Nabi Muhammad di Badar...?
Mereka yang menghadapi pertempuran dengan kesabaran sejati akan bertahan."
"Ia telah membawa pesan dari para nabi sebelumnya...
Dan keponakanku yang jujur dan saleh bukanlah sekadar penyair."
"Apa yang telah kalian tinggalkan dari Nabi kalian,
Amr dan Amir pasti akan menolongnya."

Hadis-hadis Atika diriwayatkan oleh Umm Kulthum binti Uqbah bin Abi Mu'ayt, meskipun tidak ada sanad yang sahih yang dikaitkan kepadanya.

Kematian Atika bint Abd al-Muttalib

Tanggal pasti wafatnya Atika tidak diketahui. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia meninggal di Mekkah sebelum Hijrah, sementara yang lain mengatakan ia wafat di Madinah dan dimakamkan di Pemakaman Al-Baqi.

Kategori Kerabat

Tinggalkan Komentar

Harap jangan menggunakan nama bisnis Anda untuk berkomentar.