Semua Bibi Nabi Muhammad

Semua Bibi Nabi Muhammad
Oleh Who Muhammad Is Tim
| Komentar

Bibi-bibi Nabi Muhammad dari pihak ayah memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam. Nabi Muhammad memiliki tepat enam bibi dari pihak ayah, yaitu Atikah, Ummu Hakim, Shafiyyah, Arwa, Barrah, dan Umaymah. Artikel ini akan membahas kehidupan, kontribusi, dan kisah-kisah inspiratif keenam wanita tersebut.

Shafiyyah binti Abdul Muththalib

Shafiyyah binti Abdul Muththalib bin Hasyim bin Qushay al-Qurasyiyyah adalah putri dari Halah binti Wuhayb dari suku Bani Zuhrah. Dia adalah saudari kandung dari Hamzah bin Abdul Muththalib, paman Nabi Muhammad. Shafiyyah menikah dengan Al-Awwam bin Khuwailid dan dikaruniai anak-anak bernama Az-Zubair, As-Sa’ib, dan Abdul Ka’bah. Ia memeluk Islam, berbaiat kepada Nabi, dan berhijrah bersama kaum muslimin ke Madinah. Shafiyyah juga dikenal sebagai ibu dari sahabat terkemuka, Zubair bin Al-Awwam.

Sejarah Islam mencatat berbagai kisah keberanian para sahabat wanita, termasuk Shafiyyah. Dalam Perang melawan Bani Quraizhah, para wanita dan anak-anak Muslim berlindung dalam sebuah benteng. Shafiyyah melihat seorang laki-laki Yahudi mengintai benteng tersebut, lalu khawatir ia akan menyerang mereka. Ia meminta Hassan bin Tsabit untuk menghadapi laki-laki itu, namun Hassan takut. Akhirnya, Shafiyyah sendiri keluar dari benteng dengan membawa tiang kayu, memukul laki-laki tersebut hingga meninggal.

Arwa binti Abdul Muththalib

Arwa binti Abdul Muththalib adalah putri dari Shafiyyah binti Jundub. Ia merupakan saudari kandung dari Al-Harits bin Abdul Muththalib. Arwa menikah dengan Umair bin Wahb dan memiliki seorang anak bernama Thulaib, salah satu sahabat yang awal memeluk Islam di Darul Arqam.

Para sejarawan berbeda pendapat mengenai Islamnya Arwa, namun dikatakan ia menerima Islam melalui anaknya, Thulaib, dan ia juga sangat mendukung serta mendorong orang lain untuk mengikuti dan menolong Nabi. Setelah wafatnya Umair, Arwa menikah dengan Kulda bin Abd Manaf.

Atikah binti Abdul Muththalib

Atikah binti Abdul Muththalib, salah satu bibi Nabi, dikenal sebagai seorang penyair. Sumber sejarah menyebutkan bahwa ia sempat keluar bersama kaum musyrikin pada Perang Badar dari Mekkah. Menurut Ibnu Sa’d, Atikah memeluk Islam di Mekkah kemudian berhijrah ke Madinah. Ia memiliki tiga orang anak: Abdullah, Zuhair, dan Quraybah al-Kubra. Suatu hari, Atikah pernah bermimpi buruk yang menandakan akan terjadinya konflik antara Nabi dan kaum Quraisy.

Ia menceritakan mimpi itu secara rahasia kepada saudaranya, Al-Abbas, memintanya agar tidak memberitahu siapapun. Namun, Al-Abbas memberitahu temannya Al-Walid bin Utbah, hingga kabar mimpi tersebut menyebar di Mekkah. Abu Jahal, Abu Lahab, dan para pemuka Quraisy lainnya mengejek dan meremehkan mimpi itu. Namun, hanya dalam tiga hari, mimpi Atikah benar-benar terjadi ketika Quraisy mengalami kekalahan di Perang Badar.

Ummu Hakim binti Abdul Muththalib

Ummu Hakim binti Abdul Muththalib, dijuluki "Al-Baidha," menurut sejarawan Adz-Dzahabi, tidak sempat menyaksikan masa kenabian Muhammad. Ia pertama kali menikah dengan Kurayz al-Absyami dan memiliki anak bernama Amir dan Arwa, kemudian menikah dengan Uqbah bin Abi Mu’aith dan memiliki tiga anak: Al-Walid, Khalid, dan Ummu Kultsum. Ia adalah saudari kandung dari Abdullah (ayah Nabi), Abu Thalib, dan Az-Zubair.

Barrah binti Abdul Muththalib

Barrah binti Abdul Muththalib adalah putri dari Fatimah binti Amr al-Makhzumiyyah. Ia menikah dengan Abdul Asad al-Makhzumi dan melahirkan Abu Salamah. Kemudian, ia menikah dengan Abu Ruhm bin Abdil Uzza bin Lu'ayy dan melahirkan anak bernama Abu Sabrah, yang ikut berhijrah ke Madinah serta turut berperang dalam Perang Badar.

Umaymah binti Abdul Muththalib

Umaymah binti Abdul Muththalib adalah saudari kandung dari Barrah, putri dari Fatimah binti Amr al-Makhzumiyyah. Ia menikah dengan Jahsy bin Ri'ab al-Asadi dan melahirkan Zainab binti Jahsy, yang kelak menjadi istri Nabi Muhammad.

Anak-anaknya yang lain adalah Abdullah bin Jahsy, yang gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud, Hamnah, Habibah, dan Abd bin Jahsy, semuanya sahabat Nabi. Salah seorang putranya yang lain, Ubaidullah bin Jahsy, awalnya memeluk Islam dan berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), namun kemudian berpindah agama menjadi Nasrani di sana.

Bibi-bibi Nabi Muhammad dari pihak ayah ini memainkan peran penting dalam sejarah awal Islam, menunjukkan keberanian, keimanan, dan kesetiaan yang hingga kini masih menjadi inspirasi bagi umat Islam.

Kategori Kerabat

Tinggalkan Komentar

Harap jangan menggunakan nama bisnis Anda untuk berkomentar.