Semua Paman Nabi Muhammad

Nabi Muhammad (ﷺ) memiliki sebelas paman, beberapa di antaranya tidak hidup sampai menyaksikan kenabiannya, sementara yang lain hidup di masa kenabiannya. Dari jumlah tersebut, tujuh paman wafat sebelum datangnya Islam, sementara empat lainnya masih hidup saat beliau menjadi Nabi. Dari empat paman yang masih hidup, dua masuk Islam, dan dua lainnya tidak.
Paman yang Masuk Islam
- Hamzah – "Pemimpin para syuhada" dan "Singa Allah".
- Al-Abbas – Saudara kandung ayah Nabi Muhammad (ﷺ).
Paman yang Tidak Masuk Islam
- Abu Talib – Tidak masuk Islam, tetapi mendukung Nabi.
- Abu Lahab – Menentang Islam dan dikutuk dalam Al-Qur'an.
Paman Nabi Muhammad (ﷺ) yang Tidak Menyaksikan Kenabiannya
Tujuh dari paman Nabi wafat sebelum datangnya Islam. Mereka termasuk dalam Ahlul Fatrah (orang-orang yang tidak menerima wahyu). Mereka adalah:
- Az-Zubayr – Saudara kandung ayah Nabi; ibunya adalah Fatimah binti Amr bin A’idh.
- Abd al-Ka'bah – Tidak memiliki keturunan dan tidak sempat menyaksikan Islam.
- Al-Muqawwim – Saudara kandung Hamzah.
- Dhirar – Saudara kandung Al-Abbas.
- Qutham – Saudara kandung Al-Abbas, wafat saat masih kecil.
- Al-Mughīrah (Hajal) – Saudara kandung Hamzah.
- Al-Ghaydaq (Mus’ab atau Naufal) – Dikenal sebagai salah satu orang terkaya dan paling dermawan di Quraisy.
Paman Nabi Muhammad (ﷺ) yang Hidup di Masa Kenabiannya
Paman yang Masuk Islam
Hamzah bin Abdul Muthalib
- Dikenal sebagai "Singa Allah dan Rasul-Nya".
- Ibunya adalah Halah binti Wahb bin Abd Manaf.
- Lahir dua hingga empat tahun sebelum Nabi.
- Fiercely defended the Prophet against the Quraysh.
- Syahid dalam Perang Uhud.
Al-Abbas bin Abdul Muthalib
- Paman termuda Nabi Muhammad (ﷺ).
- Lahir dua hingga tiga tahun sebelum Nabi.
- Dikenal sebagai Abu al-Fadl.
- Ibunya adalah Nutaylah binti Janab bin Kalb.
- Tinggi, tampan, dan sangat taat beribadah.
- Membantu dalam persiapan pemakaman Nabi Muhammad (ﷺ).
- Wafat di Madinah pada tahun 32 H.
Paman Tertua Nabi Muhammad (ﷺ)
Az-Zubayr bin Abdul Muthalib
- Paman tertua Nabi dari garis ayah dan ibu.
- Salah satu penyair Quraisy.
- Biasa bersajak dan bermain dengan Nabi saat kecil.
- Memiliki anak perempuan bernama Duba'ah, yang menikah dengan Al-Miqdad.
- Memiliki anak laki-laki bernama Abdullah, dan dikenal dengan julukan Abu Tahir.
- Beriman kepada hari kebangkitan, sebagaimana tercermin dalam perkataannya:
"Pasti akan ada hari ketika Allah memberikan keadilan kepada orang-orang yang tertindas."
Al-Harith bin Abdul Muthalib
- Paman tertua dari garis ayah saja.
- Abdul Muthalib diberi gelar "Abu Al-Harith" karena Al-Harith adalah anak sulungnya.
- Di antara anak-anaknya:
- Abu Sufyan bin Al-Harith – Masuk Islam saat penaklukan Mekkah.
- Nawfal bin Al-Harith – Masuk Islam saat Perang Khandaq.
- Nama "Al-Harith" berasal dari dua makna:
- "Mengolah tanah" – dalam arti bercocok tanam.
- "Bekerja untuk dunia", sebagaimana dalam ayat Al-Qur'an:
"Barang siapa yang menghendaki pahala di akhirat, Kami tambahkan baginya pahala itu. Dan barang siapa yang menghendaki pahala di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya, tetapi dia tidak akan mendapatkan bagian di akhirat." (Surah Asy-Syura: 20)
Beberapa anaknya hidup sampai zaman Islam dan masuk Islam.
Al-Harith menyaksikan penggalian kembali Sumur Zamzam, dan ayahnya Abdul Muthalib sangat bergantung padanya.