Safiyyah bint Abd al-Muttalib "Bibi Nabi"

Safiyyah bint Abd al-Muttalib "Bibi Nabi"
Oleh Who Muhammad Is Tim
| Komentar

Safiyyah bint Abd al-Muttalib ibn Hashim al-Qurashiyyah al-Hashimiyyah adalah seorang wanita bangsawan yang dikenal karena syair dan karakternya yang mulia bahkan sebelum memeluk Islam. Dia adalah bibi Nabi Muhammad (shalawat dan salam atasnya).

Lahir di Mekkah 53 tahun sebelum Hijrah, ia menikah dua kali, pertama dengan Al-Harith ibn Harb ibn Umayyah pada masa pra-Islam, dan kemudian dengan Al-Awwam ibn Khuwaylid, ayah dari sahabat terkenal, Al-Zubayr ibn Al-Awwam. Suami keduanya meninggal dalam salah satu perang di masa jahiliah.

Kehidupan Safiyyah bint Abd al-Muttalib

Safiyyah menikah dua kali pada masa jahiliah dan memiliki beberapa anak: Sayfi ibn Al-Harith, Al-Zubayr ibn Al-Awwam, Al-Sa’ib ibn Al-Awwam, Umm Habib bint Al-Awwam, dan Abd al-Ka’bah ibn Al-Awwam.

Sumber sejarah sepakat bahwa ia memeluk Islam. Dikisahkan bahwa Nabi (shalawat dan salam atasnya) secara langsung mengajaknya masuk Islam dengan memanggil namanya setelah turunnya ayat dalam Surah Asy-Syu'ara:

"Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat" (26:214).

Safiyyah segera menerima seruan itu, menyatakan keimanannya, berbaiat kepada Nabi, dan berhijrah ke Madinah bersama saudara laki-lakinya, Hamzah, serta putranya, Al-Zubayr.

Peran Safiyyah bint Abd al-Muttalib dalam Peperangan

Safiyyah menyaksikan semua pertempuran yang diikuti Nabi (shalawat dan salam atasnya). Meskipun usianya sudah tua, ia tetap berkontribusi besar dalam membantu tentara Muslim—memberikan air bagi para pejuang, merawat yang terluka, dan memperbaiki peralatan perang.

Dalam Perang Uhud, ia dengan gagah berani mengangkat tombaknya dan menyemangati kaum Muslimin yang sempat mundur.

Ia juga berperan penting dalam Perang Khandaq, di mana ia menjadi wanita Muslim pertama yang membunuh musuh. Ketika seorang mata-mata Yahudi menyusup ke benteng tempat wanita dan anak-anak berlindung, Safiyyah berhasil menghabisinya untuk melindungi mereka. Sebagai penghargaan atas jasanya, Nabi memberinya bagian dari harta rampasan Perang Khaibar sebanyak 40 wasq (satuan ukuran barang).

Sifat Safiyyah bint Abd al-Muttalib

Safiyyah adalah simbol keberanian. Ia adalah seorang pejuang, penyair ulung, pendakwah bijaksana, serta wanita yang berilmu, sabar, dan penuh keimanan.

Sebagai seorang ibu, ia sangat berperan dalam mendidik anak-anaknya. Setelah mereka menjadi yatim pada usia muda, ia mengambil alih tanggung jawab membesarkan mereka. Ia melatih putranya, Al-Zubayr, dalam keterampilan berkuda dan berperang, serta menanamkan keberanian dan akhlak mulia padanya.

Pengaruh Safiyyah bint Abd al-Muttalib

Lahir di keluarga pemimpin Quraisy, yaitu Abd al-Muttalib, yang juga seorang penyair, Safiyyah mewarisi kefasihan dan keahlian bersyair. Puisi-puisinya terkenal dengan makna yang kuat, jelas, dan indah, dipengaruhi oleh keluarganya dari Yatsrib.

Safiyyah sendiri menulis banyak syair, terutama dalam meratapi kematian ayahnya, saudaranya, dan kemudian Nabi Muhammad (shalawat dan salam atasnya). Salah satu eleginya yang terkenal setelah wafatnya Nabi adalah:

"Wahai Rasulullah, engkaulah harapan kami,

Dan engkau selalu baik, tak pernah kasar.

Nabi kami penuh kasih sayang,

Hari ini, biarlah semua yang berduka menangisimu.

Aku tidak menangis karena wafatnya Nabi,

Tapi karena fitnah yang datang setelahnya.

Hatiku hancur kehilangan Muhammad,

Karena cintanya tetap ada, luka yang tak pernah sembuh".

Ia juga meriwayatkan hadits dari Nabi, yang kemudian diriwayatkan oleh putranya, Al-Zubayr, serta para perawi lainnya seperti Hamid ibn Hilal, Ja'far ibn Al-Zubayr, dan Rabi'.

Wafat Safiyyah bint Abd al-Muttalib

Safiyyah bint Abd al-Muttalib wafat pada masa kekhalifahan Umar ibn Al-Khattab pada tahun 640 M, dalam usia 73 tahun. Ia dimakamkan di Pemakaman Baqi’, Madinah.

Kategori Kerabat

Tinggalkan Komentar

Harap jangan menggunakan nama bisnis Anda untuk berkomentar.