Semua Sepupu Nabi Muhammad

Semua Sepupu Nabi Muhammad
Oleh Who Muhammad Is Tim
| Komentar

Keluarga Nabi Muhammad (ﷺ) memainkan peran penting dalam masa awal Islam. Di antara kerabatnya, para sepupunya memiliki hubungan yang beragam dengannya—beberapa menjadi pendukung terkuatnya, sementara yang lain awalnya menentangnya tetapi kemudian memeluk Islam. Kontribusi mereka dalam sejarah Islam juga bervariasi, dari menjadi ulama dan pejuang hingga menjadi sahabat terpercaya Nabi Muhammad (ﷺ).

Artikel ini membahas tentang sepupu Nabi Muhammad (ﷺ), termasuk putra dan putri dari pamannya seperti Abu Talib, Al-Abbas, Az-Zubayr, Al-Harith, Hamzah, dan Abu Lahab. Beberapa dari mereka menjadi tokoh terkemuka dalam keilmuan Islam, seperti Abdullah ibn Abbas, sementara yang lain, seperti Ali ibn Abi Talib, menjadi pemimpin utama dalam komunitas Muslim.

Dengan mempelajari kehidupan para sepupu ini, kita mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang peran mereka dalam mendukung atau menentang Islam, perjalanan hidup mereka, dan dampak mereka terhadap sejarah Islam.

Sepupu Nabi Muhammad (Anak-Anak dari Pamannya Abu Talib bin Abd al-Muttalib)

Abu Talib ibn Abd al-Muttalib adalah salah satu paman tertua Rasulullah (ﷺ). Putra-putranya adalah:

  • Talib ibn Abu Talib ibn Abd al-Muttalib – Diriwayatkan bahwa ia meninggal dalam keadaan musyrik.
  • Aqil ibn Abu Talib ibn Abd al-Muttalib – Sepuluh tahun lebih tua dari Ja‘far, bertempur di pihak musyrik dalam Perang Badar, tetapi kemudian masuk Islam di Hudaibiyah. Wafat pada masa pemerintahan Mu‘awiyah dan menjadi yang terakhir meninggal di antara saudara-saudaranya.
  • Ja‘far ibn Abu Talib ibn Abd al-Muttalib – Sepuluh tahun lebih tua dari Ali. Ia menyaksikan hijrah ke Habasyah, kemudian hijrah ke Madinah. Ia gugur dalam Perang Mu'tah dan dikenal sebagai "Ja‘far al-Tayyar" (Ja‘far yang Terbang), "Sayyid al-Shuhada" (Pemimpin Para Syuhada), dan "Alam al-Mujahideen" (Panji Para Pejuang). Nabi (ﷺ) bersabda tentangnya:
"Engkau menyerupai rupa dan akhlakku."
  • Ali ibn Abu Talib ibn Abd al-Muttalib – Khalifah Rasyidin keempat, pemuda pertama yang masuk Islam, suami dari Fatimah, putri Nabi (ﷺ). Ia adalah ayah dari Hasan dan Husayn, cucu Nabi Muhammad (ﷺ).
  • Umm Hani bint Abu Talib ibn Abd al-Muttalib – Beberapa sumber menyebut namanya sebagai Hind. Ia adalah salah satu putri Abu Talib yang masuk Islam.
  • Jumana bint Abu Talib ibn Abd al-Muttalib.

Sepupu Nabi Muhammad (Anak-Anak dari Pamannya Al-Abbas bin Abd al-Muttalib)

  • Kathir ibn Al-Abbas ibn Abd al-Muttalib
  • Tammam ibn Al-Abbas ibn Abd al-Muttalib
  • Abd al-Rahman ibn Al-Abbas ibn Abd al-Muttalib
  • Umm Habib bint Al-Abbas ibn Abd al-Muttalib
  • Ubaydullah ibn Al-Abbas ibn Abd al-Muttalib
  • Abdullah ibn Abbas ibn Abd al-Muttalib – Lahir tiga tahun sebelum Hijrah, seorang ulama besar dan penafsir Al-Qur'an, dikenal sebagai "Hibr al-Ummah" (Tinta Umat) dan "Faqih al-Asr" (Ahli Fikih Zamannya). Ia merupakan salah satu perawi hadits terbanyak dari Nabi (ﷺ).
  • Qutham ibn Al-Abbas ibn Abd al-Muttalib
  • Ma‘bad ibn Al-Abbas ibn Abd al-Muttalib
  • Al-Fadl ibn Al-Abbas ibn Abd al-Muttalib – Putra tertua Al-Abbas, menyaksikan Pembebasan Mekkah, Perang Hunayn, dan Haji Wada bersama Nabi (ﷺ). Wafat dalam Wabah Amwas pada tahun 18 H.

Sepupu Nabi Muhammad (Anak-Anak dari Pamannya Al-Harith bin Abd al-Muttalib)

  • Al-Tahir ibn Az-Zubayr ibn Abd al-Muttalib
  • Hajal ibn Az-Zubayr ibn Abd al-Muttalib
  • Qurrah bint Az-Zubayr ibn Abd al-Muttalib
  • Abdullah ibn Az-Zubayr ibn Abd al-Muttalib – Bertempur dalam Perang Hunayn bersama Nabi (ﷺ) dan sangat dicintainya. Nabi (ﷺ) biasa memanggilnya "anak pamanku dan kesayanganku".
  • Duba‘ah bint Az-Zubayr ibn Abd al-Muttalib – Ia meriwayatkan beberapa hadits dari Nabi (ﷺ).
  • Umm al-Hakam bint Az-Zubayr ibn Abd al-Muttalib

Sepupu Nabi Muhammad (Anak-Anak dari Pamannya Hamzah bin Abd al-Muttalib)

  • Nawfal ibn Al-Harith ibn Abd al-Muttalib – Masuk Islam saat Perang Khandaq dan Pembebasan Mekkah, ikut serta dalam Perang Hunayn, dan mendukung pasukan dengan tiga ribu tombak.
  • Abu Sufyan Mughirah ibn Al-Harith ibn Abd al-Muttalib – Saudara sesusuan Nabi, karena keduanya disusui oleh Halimah al-Sa‘diyyah. Masuk Islam beberapa hari sebelum Pembebasan Mekkah.
  • Ubaydah ibn Al-Harith ibn Abd al-Muttalib – Syahid dalam Perang Badar.
  • Abdullah ibn Al-Harith ibn Abd al-Muttalib – Nabi (ﷺ) menamakannya Said.
  • Rabi‘ah ibn Al-Harith ibn Abd al-Muttalib

Sepupu Nabi Muhammad (Anak-Anak dari Pamannya Abu Lahab bin Abd al-Muttalib)

  • Ya‘la ibn Hamzah ibn Abd al-Muttalib
  • Bakr ibn Hamzah ibn Abd al-Muttalib
  • Umm al-Fadl bint Hamzah ibn Abd al-Muttalib
  • Fatimah bint Hamzah ibn Abd al-Muttalib
  • ‘Umara ibn Hamzah ibn Abd al-Muttalib
  • ‘Amir ibn Hamzah ibn Abd al-Muttalib
  • Umamah bint Hamzah ibn Abd al-Muttalib

Sepupu Nabi Muhammad (Anak-Anak dari Bibi-Nya Umaymah binti Abd al-Muttalib)

Umaymah binti Abd al-Muttalib adalah salah satu bibi paternal Nabi Muhammad (ﷺ). Anak-anaknya adalah:

  • Abdullah bin Jahsy bin Ri'ab bin Khuzaimah – Dikenal sebagai Abu Muhammad al-Asadi. Ia masuk Islam pada masa awal, dua kali berhijrah ke Habasyah, lalu ke Madinah. Nabi (ﷺ) mengangkatnya sebagai pemimpin dalam ekspedisi militer pertama (Sariyyah). Ia gugur dalam Perang Uhud.
  • Ubaydullah bin Jahsy bin Ri'ab bin Khuzaimah – Awalnya masuk Islam dan berhijrah ke Habasyah, tetapi kemudian masuk Kristen dan meninggal dalam agama itu. Istrinya, Ummu Habibah binti Abu Sufyan, kemudian menikah dengan Nabi Muhammad (ﷺ).
  • Zainab binti Jahsy bin Ri'ab bin Khuzaimah – Salah satu istri Nabi Muhammad (Maha Ibu Kaum Mukminin). Sebelumnya menikah dengan Zaid bin Haritsah, anak angkat Nabi, lalu menikah dengan Nabi (ﷺ) setelah diceraikan. Pernikahan ini menghapus tradisi pra-Islam yang melarang menikahi mantan istri anak angkat. Zainab wafat pada tahun 20 H dan merupakan istri pertama Nabi yang meninggal setelah beliau.
  • Hamnah binti Jahsy bin Ri'ab bin Khuzaimah – Awalnya menikah dengan Mush'ab bin Umair yang gugur di Perang Uhud, kemudian menikah dengan Thalhah bin Ubaidillah. Hamnah terlibat dalam fitnah al-Ifk terhadap Aisyah dan dihukum karena menyebarkan tuduhan palsu.
  • Ummu Habibah binti Jahsy bin Ri'ab bin Khuzaimah – Istri Abdurrahman bin Auf. Ummu Habibah mengalami istihadhah (pendarahan yang berkepanjangan) selama beberapa tahun dan meminta nasihat Nabi (ﷺ) tentang kondisinya.

Sepupu Nabi Muhammad (Anak-Anak dari Bibi-Nya Al-Bayda' binti Abd al-Muttalib)

Al-Bayda' binti Abd al-Muttalib adalah salah satu bibi paternal Nabi Muhammad (ﷺ). Anaknya adalah:

  • Amir bin Kurayz bin Rabi'ah – Ia masuk Islam saat Pembebasan Mekah dan hidup hingga masa kekhalifahan Utsman bin Affan, di mana ia mengunjungi putranya Abdullah bin Amir, gubernur Basrah.

Sepupu Nabi Muhammad (Anak-Anak dari Bibi-Nya Atikah binti Abd al-Muttalib)

Atikah binti Abd al-Muttalib adalah salah satu bibi paternal Nabi Muhammad (ﷺ). Anak-anaknya adalah:

  • Abdullah bin Abi Umayyah bin al-Mughirah – Saudara Ummu Salamah (istri Nabi ﷺ). Awalnya memusuhi Islam, tetapi kemudian masuk Islam setelah Fathu Makkah. Ia berperang dengan gagah berani dan gugur dalam pengepungan Thaif.
  • Ummu Salamah binti Abi Umayyah bin al-Mughirah – Salah satu istri Nabi Muhammad (Maha Ibu Kaum Mukminin); nama aslinya Hind. Ia pertama kali menikah dengan Abu Salamah bin Abd al-Asad, dan setelah suaminya wafat, menikah dengan Nabi Muhammad (ﷺ). Ia wafat pada tahun 59 H dan merupakan istri terakhir Nabi yang meninggal.
  • Zuhair bin Abi Umayyah bin al-Mughirah – Saudara Ummu Salamah dan sepupu Khalid bin Walid. Tidak banyak catatan sejarah yang menyebutkan kehidupannya.

Sepupu Nabi Muhammad (Anak-Anak dari Bibi-Nya Shafiyyah binti Abd al-Muttalib)

Shafiyyah binti Abd al-Muttalib adalah salah satu bibi paternal Nabi Muhammad (ﷺ). Anak-anaknya adalah:

  • Az-Zubair bin Al-Awwam bin Khuwailid – Salah satu sahabat dekat Nabi Muhammad (ﷺ) dan termasuk pemeluk Islam pertama. Ia mengikuti semua peperangan bersama Nabi dan Nabi (ﷺ) pernah bersabda tentangnya:
    "Setiap nabi memiliki hawari (pengikut setia), dan hawariku adalah Az-Zubair." [HR. Bukhari]
    Az-Zubair gugur dalam Perang Jamal akibat konflik internal.
  • As-Sa'ib bin Al-Awwam bin Khuwailid – Saudara Az-Zubair. Ia ikut serta dalam Perang Uhud, Khandaq, dan pertempuran lainnya bersama Nabi (ﷺ). Ia gugur dalam Perang Yamamah.

Sepupu Nabi Muhammad (Anak-Anak dari Bibi-Nya Arwa binti Abd al-Muttalib)

Arwa binti Abd al-Muttalib adalah salah satu bibi paternal Nabi Muhammad (ﷺ). Anaknya adalah:

  • Tulaib bin Umair bin Wahb – Salah satu sahabat Nabi yang masuk Islam sejak awal. Ia berhijrah ke Habasyah, ikut serta dalam Perang Badar, dan gugur dalam Perang Ajnadain.

Sepupu Nabi Muhammad (Anak-Anak dari Bibi-Nya Barrah bint Abd al-Muttalib)

Barrah bint Abd al-Muttalib adalah salah satu bibi paternal Nabi Muhammad (ﷺ). Anaknya adalah:

  • Abu Salamah bin Abd al-Asad bin Hilal al-Makhzumi – Nama aslinya Abdullah. Ia termasuk kaum Muslimin awal yang hijrah ke Habasyah bersama istrinya Ummu Salamah. Ia juga ikut serta dalam Perang Badar. Setelah wafatnya, Nabi (ﷺ) menikahi Ummu Salamah dan merawat anak-anak Abu Salamah sebagai anak tirinya.

Kesimpulan

Nabi Muhammad (ﷺ) memiliki banyak sepupu, dan sebagian besar dari mereka masuk Islam. Beberapa memainkan peran penting dalam sejarah Islam, sementara yang lain hanya disebutkan secara singkat.

Kategori Kerabat

Tinggalkan Komentar

Harap jangan menggunakan nama bisnis Anda untuk berkomentar.