Umayma binti Abdul Muttalib "Bibi Nabi"
-
Siapa itu Umayma binti Abdul Muttalib?
-
Sifat-Sifat Umayma binti Abdul Muttalib
-
Pernikahan dan Anak-Anak Umayma binti Abdul Muttalib
-
Saudari-Saudari Umayma
-
Apakah Umayma Menyaksikan Kenabian?
-
Keislaman Umayma binti Abdul Muttalib
-
Puisi Umayma binti Abdul Muttalib
-
Kematian Umayma binti Abdul Muttalib
Siapa itu Umayma binti Abdul Muttalib?
Umayma binti Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay, ibu dari Abdullah, lahir di Mekah. Ia adalah bibi keempat Nabi Muhammad ﷺ dari pihak ayah. Ibunya adalah Fatimah binti Amr bin A’id bin Makhzum. Perlu dicatat bahwa tanggal wafatnya tidak pernah disebutkan.
Sifat-Sifat Umayma binti Abdul Muttalib
Umayma dikenal karena kecantikannya, kefasihannya dalam berbicara, serta kepandaiannya dalam puisi dan prosa. Ia terkenal karena kecerdasannya dan kemurahan hatinya.
Pernikahan dan Anak-Anak Umayma binti Abdul Muttalib
Ia menikah pada masa jahiliah dengan Jahsy bin Ri’ab al-Asadi, sekutu Quraisy. Dari pernikahan ini, mereka memiliki enam anak:
- Abdullah
- Ubaydullah (juga dikenal sebagai Abu Ahmad)
- Hamnah
- Habibah (dikenal sebagai Umm Habib)
- Zainab binti Jahsy, Ummul Mukminin dan istri Nabi Muhammad ﷺ
Saudari-Saudari Umayma
Umayma, bibi Nabi ﷺ, memiliki lima saudari:
- Shafiyyah binti Abdul Muttalib
- Arwa binti Abdul Muttalib
- Atikah binti Abdul Muttalib
- Umm Hakim (juga dikenal sebagai al-Bayda’) binti Abdul Muttalib
- Barrah binti Abdul Muttalib
Apakah Umayma Menyaksikan Kenabian?
Terdapat perbedaan pendapat apakah Umayma menyaksikan masa kenabian Nabi Muhammad ﷺ. Sebagian mengatakan bahwa ia menyaksikannya, sementara yang lain menolaknya. Ibnu Hajar menyatakan bahwa Umayma memang menyaksikan kenabian, berdasarkan riwayat bahwa Nabi ﷺ memberinya kurma dari Khaybar.
Namun, Adz-Dzahabi berpendapat bahwa yang menerima kurma tersebut adalah Umayma binti Rabi’ah bin al-Harith bin Abdul Muttalib, sepupu Nabi ﷺ. Hal ini menunjukkan bahwa Umayma binti Rabi’ah-lah yang masuk Islam dan menerima kurma Khaybar tersebut.
Keislaman Umayma binti Abdul Muttalib
Terdapat pula perbedaan pendapat tentang apakah Umayma masuk Islam. Sebagian menafikannya, sementara yang lain seperti Ibnu Hibban, Adz-Dzahabi, dan Ibnu Hajar menyebutkannya.
Para ahli sejarah seperti Ibnu Sa’d dan Al-Waqidi juga menyinggung hal ini. Ibnu Hibban menyebutkan bahwa satu-satunya bibi Nabi yang masuk Islam adalah Shafiyyah binti Abdul Muttalib. Maka, tidak ada bukti yang jelas bahwa Umayma menyaksikan kenabian, masuk Islam, atau ikut hijrah. Allah Maha Mengetahui.
Puisi Umayma binti Abdul Muttalib
Sebelum wafat, ayahnya mengumpulkan Umayma dan saudara-saudaranya, lalu memintanya untuk merangkai syair ratapan seolah-olah sedang meratapi kematiannya. Umayma berkata:
Sungguh telah hilang gembala kaum, tiada ia kini,
Pembawa air bagi para jemaah Allah, pelindung kemuliaan tinggi.
Siapa kini menyambut tamu asing di rumahnya,
Jika langit menahan hujan dan guntur tak bersuara?
Engkau, wahai pemuda, meraih anugerah sejati,
Terus bertumbuh dalam kebajikan, wahai Syaibah pujaan hati.
Abu al-Harith sang dermawan telah meninggalkan tempatnya,
Tak jauh, sebab setiap makhluk akan ke sana.
Aku akan terus meratapimu, hati ini penuh duka,
Engkau layak menerima segala pujian dan cinta.
Semoga kuburmu disirami hujan dari Tuhan,
Dan aku akan tetap menangisimu, meski jasadku dalam liang.
Engkau kemuliaan seluruh kaum, cahaya yang menyala,
Dimuliakan di mana pun engkau berada dan berada dalam nama yang mulia.
Kematian Umayma binti Abdul Muttalib
Tanggal dan keadaan wafatnya Umayma binti Abdul Muttalib tidak diketahui secara pasti. Sumber-sumber sejarah tidak memberikan informasi tegas apakah ia wafat sebelum atau sesudah datangnya Islam.
Karena kurangnya bukti yang jelas, para ulama berbeda pendapat mengenai waktu wafatnya atau apakah ia sempat masuk Islam sebelum wafat. Allah Maha Mengetahui.